Senin, 17 Desember 2012

Puisi TOMINO HAIKU

moshi-moshi minna san.... \\m// tadaiimaaaaa !!!!!

sore ini ( karena threat d buat sore hari ) saya akan mengupdate info" yang seru yang menurut saya menarik.. ga tau lagi menurut kalian.. hahahahahay...

pada threat sebelumnya saya membahas tentang harajuku hairstyle nah yang akan saya bahas kali ini tetap bertema jejepangan... tetapi yang ini agak sedikit horror.... maklum lah hobi saya kan mencari info tentang yang horror- horror gitu meski pada akhirnya saya takut sendiri... -___-"

nah, yang saya bahas kali ini ada puisi kematian asal negara jepang yang disebut dengan TOMINO HAIKU atau HAIKU NO TOMINO ( sama aja sih cm d balik" doang.. -__-" )

sekilas tentang puisi ini, puisi ini merupakan puisi yang dibuat oleh seorang anak kecil yang bernama Tomino. Tomino sendiri adalah cerita legenda jepang tentang sebuah puisi kematian yang dapat mencelakai atau membunuh siapapun yang mencoba membacanya, mendengarnya atau mengungkapkan puisi ini dengan suara yang keras.

Banyak orang yang mengatakan bahwa Tomino adalah seorang gadis yang masih kecil namun ia dilahirkan cacat. pada suatu hari, si Tomino ini pun membuat puisi yang aneh untuk kedua orang tuanya. namun karena isinya yang aneh tersebut Tomino dimarahi dan dihukum oleh orang tuanya dengan cara dikunci di dalam ruang yang sempit dan tidak di kasih makan. Sehingga dalam keadaan kelaparan Tomino pun meninggal. dan selang beberapa hari setelah kematian Tomino, kedua orang tua Tomino pun meninggal dengan cara yang Tidak wajar.

Nah, lumayan serem ga kisah nya ??? entahlah.. hahaha
berikut saya beri naskah puisi nya tetapi dalam bahasa indonesia, biar ngerti aneh dan ngerinya isi puisi yang dibuat Tomino tadi, dan juga saya sertai dengan rekaman puisi itu dalam bahasa Jepang via youtube ( klo dengerin rekamannya suaranya serem jadi merinding gw)...

WARNING !!! percaya gak percaya karena katanya jika membaca atau mendengarkan puisi ini sebanyak 3 kali akan mendapat musibak, kecelakaan, atau kematian. diharap berhati-hati. Tapi semua kembali ke hati anda masing-masing

"Kakak yang memuntahkan darah, adik yang meludahkan api.
Tomino yang lucu meludahkan permata yang berharga.
Tomino meninggal sendirian dan terjatuh ke dalam neraka.
Neraka kegelapan, tanpa dihiasi bunga.
Apakah itu kakak Tomino memegang cambuk?
Jumlah bekas luka berwarna merah sangatlah mengkhawatirkan.
Dicambuk dan dipukul sangatlah mendebarkan,
Jalan menuju neraka yang kekal hanyalah salah satu cara.
Mohon bimbingan ke dalam neraka kegelapan,
Dari domba emas, dan dari burung bulbul.
Berapa banyak yang tersisa dari dalam bungkusan kulit,
Disiapkan untuk perjalanan tak berujung menuju neraka.
Musim semi akan segera datang ke dalam hutan serta lembah,
Tujuh tingkat di dalam gelapnya lembah neraka.
Dalam kandang burung bulbul, dalam gerobak domba,
Di Mata Tomino Yang Lucu Meneteskan airmata .
tangisan burung bulbul, dibalik hujan dan badai
Menyuarakan cintamu untuk adik tersayangmu.
Gema tangisanmu melolong melalui neraka,
serta darah memekarkan bunga merah.
Melalui tujuh gunung dan lembah neraka,
Tomino yang lucu berjalan sendirian.
Untuk menjemputmu ke neraka,
Duri-duri berkilauan dari atas gunung
menancapkan duri ke dalam daging yang segar,
Sebagai tanda untuk Tomino yang lucu."





Gimana ???? serem ga ??? hahaha kalau menurut sih biasa aja.. hahahaha #sombong
baiklah.. sekian dari HENDRI WIJAYA selamat menikmati dan membaca puisi si Tomino dan rasakan sensai yang terjadi... hihihihihih

~arigatou Gozaimasu~

Categories: , , , ,

6 komentar:

Pleso ia Black Dog mengatakan...

semoga saja tomino tenang di alam sana

Hendri Wijaya mengatakan...

hohoho.. iya gan.. :D

Anonim mengatakan...

terus terjadi apa???

Anonim mengatakan...

ngk bisa diputar T_T

Unknown mengatakan...

bull shit :v gua baca tapi gua gk mati :3

Unknown mengatakan...

Yang membuat mungkin penyair lokal yang punya tujuan tertentu atau yang sedang depresi berat. yang jelas udah bikin merinding bro...

Copyright © Metaphysical Paradox

Distributed By My Blogger Themes | Blogger Theme By NewBloggerThemes Up ↑