Senin, 14 Mei 2012

Museum of Torture Instruments

Museum of Torture Instruments terletak di
Benteng Petropavlovsk di kota St Petersburg,
Rusia. Di sini Anda mungkin akan melihat
banyak alat untuk menyiksa dan juga
deskripsi beberapa metode paling ganas yang
dilakukan semasa abad pertengahan, juga
dilengkapi dengan patung lilin replika manusia





Knee Crusher digunakan untuk
menghancurkan dan mengoyak sendi-sendi
yang ada di lutut dan siku. Ada banyak duri
baja yang masuk ke tubuh, yang bisa
menimbulkan luka tusukan hebat sehingga
korban lama-lama bisa meninggal






"The Virgo Nuremberg"
Instrumen kematian atau penyiksaan dari
Abad Pertengahan, bisa berbentuk besi atau
kayu mirip sarkofagus, menyerupai bentuk
seorang wanita mengenakan setelan abad XVI
gorozhanki. Alat ini menempatkan puluhan
paku tajam, belati, diatur sedemikian rupa
agar tidak mengenai organ vital manusia,
sehingga penderitaan berlangsung cukup lama.
Alat ini diciptakan dan pertama kali digunakan
dalam suatu pengadilan penjara rahasia di
Nuremberg. Kasus tercatat pertama dari sidang
"Perawan" mengacu pada 1515: menimpa
hukuman bersalah atas pemalsuan, yang
disiksa di dalam lemari ini selama tiga hari.






Interrogation Chair, Kursi untuk menginterogasi
Tersangka yang tidak mau bersaksi atas
kejahatannya. Kursi ini sepenuhnya dipenuhi
oleh paku tajam dan dibawah dudukannya
diberi api untuk memanaskan dudukan hingga
bokong nya terkelupas kulitnya dan tertusuk
paku-paku tajam





"The Praying Cross"
Ini adalah alat penyiksaan yang digunakan
untuk fiksasi jangka panjang pelaku dalam
posisi yang sangat tidak nyaman, sikap tunduk
dan kerendahan hati yang membantu para
algojo benar-benar menaklukkan seorang
tawanan sendiri. Penyiksaan "Doa Salib di
bawah tanah kadang-kadang berlangsung
selama berminggu-minggu. Menurut beberapa
laporan, "Cross" diciptakan dalam Katolik
Austria pada abad XVI-XVII. Hal ini dibuktikan
dengan edisi langka "Justice dalam mengubah
der Zeit" yang tersedia
di Museum Keadilan di Rottenburg Tauber
(Jerman). Asli pola sejarah sekarang disimpan
di menara benteng di Salzburg (Austria).





"Neck Trap" Adalah sebuah cincin paku di
dalam dan dengan perangkat yang
menyerupai jebakan di luar. Penjaga penjara
menggunakannya untuk mengontrol dan
menundukkan korban, agar berada di jarak
yang aman. Perangkat ini mampu menahan
leher tahanan agar tidak bisa macam-macam





The Saw, korban akan digantung terbalik, jadi
kepala di bagian bawah, kemudian dua orang
algojo akan memakai gergaji tangan ini.
Mereka memotongnya dari bagian bokong,
agar korban terbelah menjadi dua bagian.
Disampingnya "Spanish Tickle" adalah
instrumen penyiksaan menyerupai rake besi.
Pelaku berbaring di papan lebar atau diikat ke
sebuah tiang, dan kemudian dicakar dagingnya
sampai hancur.





Impaling, adalah salah satu penyiksaan yang
paling pedih yang berasal dari Eropa Timur.
Sebuah tombak panjang, dimasukan ke dalam
anus seseorang, dimasukkan vertikal, lalu
tombak diangkat sampai kepala korban copot
sendirinya karena berat badannya sendiri.


Categories: ,

1 komentar:

Anonim mengatakan...

amazing...

Copyright © Metaphysical Paradox

Distributed By My Blogger Themes | Blogger Theme By NewBloggerThemes Up ↑